2 Sajian Bakmi Paling Legendaris di Jakarta

Culinary Tourism – Bakmi adalah sejenis mie yang berbahan dasar gandum yang berasal dari Cina yang dibawa ke Asia Tenggara oleh imigran Cina. Di negara asalnya mie disajikan sebagai hidangan wajib pada saat seseorang berulang tahun, mie ulang tahun. Dimana dalam pengolahannya mie tidak boleh terputus hal ini melambangkan panjang umur, disajikan bersama dengan telur merah (diberi pewarna merah) yang artinya kebahagiaan dan kue yang berbentuk buah persik yang seperti kita tahu bahwa buah persik adalah buah keabadian, jadi diharapkan seseorang itu berumur panjang dan diberi kesehatan. Berbicara tentang bakmi biasanya dibumbui dengan kecap dan ditambahi daging babi, namun di Indonesia yang mayoritas Muslim diganti dengan beberapa sumber protein lainnya. Perubahan telah terjadi pada bakmi yang ada di negara kita karena lebih diselaraskan dengan selera lokal. Bakmi memiliki ketebalan mie yang bervariasi, bulat, tebal, pipih. Beberapa bakmi yang cukup.

Bakmi Gondangdia


Salah satu kuliner yang wajib anda coba jika anda di Jakarta, bakmi Godila (Gondangdia Lama) ini awalnya ada di jalan R.P. Soeroso di Jakarta Pusat, tidak jauh dari kolong rel kereta api. Diberi nama Gondangdia karena bakmi ini terletak di daerah Gondangdia, sempat pindah ke daerah Cikini tahun 2018 karena musibah kebakaran tapi akhirnya setelah dibangun kembali mereka pindah ke tempat awal. Pendirinya Toe Wah Seng, mie di buat sendiri secara tradisional. Bakmi Ayam Jamur pangsit merupakan salah satu menu jagoan mereka, sajian mie yang lembut dengan potongan daging ayam jamur, bakso dan semangkuk kaldu mie yang gurih menjadikan bakmi yang berdiri tahun 1968 ini masih menduduki peringkat 4 besar kuliner di Jakarta. Selain menyantap bakmi, anda juga dapat menemukan beberapa makanan khas Cina yang tidak kalah enaknya seperti Ayam Kuluyuk, Capcay, Fuyunghai, Bihun goreng, Kwetiau goreng, Mie goreng dan lainnya.

Pada saat ini usaha sudah di kelola oleh Bapak Rino Chandika yang merupakan generasi ketiga. Dengan gaya bangunan yang sederhana tempat makan ini selalu di padati pengunjung di jam makan. Sampai saat ini Bakmi ayam Gondangdia telah melebarkan sayap di Jabodetabek dengan mencatatkan diri mempunya 7 cabang.

Bakmi Gajah Mada


Seperti namanya Bakmi Gajah Mada mengawali usahanya di tepi jalan Gajah Mada, Jakarta pada tahun 1959. Didirikan oleh sepasang suami istri warga Cina yang telah hijrah ke Indonesia bernama Tjhai Sioe dan Loei Kwai Fong. Keduanya mengawali warung kecil mereka dengan menu andalannya Bakmi Ayam Bakso Pangsit. Dagangan mereka selalu laris dan untuk seharinya Loei berhasil menjual 100 mangkok bakmi.

Seiring berjalannya waktu slot online deposit pulsa semakin dikenal orang, kurang lebih 3 tahun setelah berdiri Kwai Fong memperluas usahanya dengan menambahkan jumlah meja yang lebih banyak. Usaha mereka sempat mengalami pasang surut, akibat dari pelebaran jalan yang mengakibatkan rumah – rumah di kawasan tersebut harus di mundurkan. Tahun 1968 mereka sempat berdagang di Jalan Kejayaan, Jakarta Barat, setahun setelah itu kemudian Bakmi GM kembali buka di tempat semula. Dari hari ke hari permintaan semakin tinggi bahwa mereka membuka cabang baru di kawasan seperti Melawai, Jakarta Selatan ternyata kenyataan berkata lain pengunjung disana tidak seramai di pusat yang akhirnya mereka berinisiatif untuk menambah beberapa menu baru seperti Bakmi Goreng dan Ayam Cah Jamur. Alhasil, menu baru ternyata membantu mereka menarik pengunjung, bahkan sangkin ramainya restoran di Jalan Gajah Mada 77 dipindahkan ke Jalan Gajah Mada 92. Mereka terus berinovasi dengan menambah menu baru dan akhirnya tahun 1990, ekspansi usaha terus dilakukan dengan menjadikan Bakmi GM sebagai usaha Waralaba.

Jadi jangan sampai melewatkan 2 bakmi legendaris yang ada di Jakarta ini yah. Selamat mencoba!