6 Jenis Masakan ASEAN yang Dibungkus Daun Pisang

culinary-tourism – Tradisi bungkus membungkus makanan menggunakan daun pisang memang telah berjalan sangat lama sekali di Indonesia. Selain bergaya alami, daun pisang mampu menambah aroma lezat pada makanan yang dibungkus. Tidak hanya di Indonesia saja, namun beberapa negara di Asia Tenggara juga ada tradisi membungkus makanan memakai daun pisang. Nah, berikut adalah berbagai jenis masakan ASEAN yang dibungkus daun pisang.

Ternyata, tradisi membungkus masakan memakai daun pisang bisa menyebar ke sejumlah negara ASEAN. Salah satunya ialah di restoran Sri Lanka @cocolombobkk yang menawarkan kulinernya dengan memakai bungkusan daun pisang.

Itu dilakukan karena kemasan yang berkelanjutan. Saus pedas dan kari dibungkus oleh daun yang bisa terurai dan siap dimakan ketika bepergian. Daun pisang menjadi daun terbaik dari seluru pembungkus sebab tak ada lembah di kemasannya.

Berbagai Macam Masakan ASEAN yang Dibungkus Daun Pisang

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa negara di ASEAN yang mempunyai tradisi membungkus masakan memakai daun pisang.

  • Lemper [Indonesia]

Pemakaian daun pisang banyak sekali di Indonesia, khususnya untuk membungkus masakan. Daun pisang mempunyai berbagai macam, terutama jenis pisang kepok dan kelutuk yang memiliki kualitas terbaik untuk membungkus masakan.

Jenis daun pisang seperti kelutuk atau bisa dibilang pisang batu bisa bertahan cukup lama. Daunnya sendiri tergolong lumayan lentur sehingga sangat cocok untuk digunakan membungkus berbagai macam makanan.

Sedangkan kuliner yang memakai kue pisang sebagai kemasannya adalah lemper, lupis, kue keranjang, bugis ketan, ketimus, nagasari, timpahan, bongko pisang, dan barongko.

  • Pulut Inti [Malaysia]

Selain Indonesia, negara tetangga kita seperti Malaysia juga cukup lama mempraktekkan tradisi membungkus masakan menggunakan daun pisang. Salah satunya adalah pulut inti.

Kuliner ini berbahan dasar beras ketan, akanan ini memakai parutan kelapa dan dicampur dengan gula merah yang ditaburkan diatasnya. Hampir mirip seperti lemper, pulut inti banyak disajikan kedalam boks sebagai kudapan untuk acara khusus. Makanan ini pun juga bisa disajikan untuk acara keluarga atau rapat kantor.

  • Banh Gio [Vietnam]

Banh Gio asal Vietnam juga memakai daun pisang sebagai kemasannya. Kuliner yang satu ini mempunyai bentuk seperti piramida. Banh Gio dibuat menggunakan bahan dasar campuran beras, garam, dan air.

Didalamnya ada isian, misalnya daging babi yang sudah dibumbui oleh saus ikan, garam, dan lada. Karena masuk ke dalam jajanan pasarm kuliner ini dijual dengan sangat murah.

  • Suman Malagkit [Filipina]

Suman Malagkit memiliki cita rasa gurih dan manis lantaran terbuat dari santan, garam, dan beras ketan. Kue basah satu ini juga dikemas menggunakan daun pisang agen slot lalu dikukus sampai matang. Sebagai kemasannya, Suman Malagkit memakai daun pisang.

Kuliner asal Filipina ini tak bisa langsung dimakan begitu saja. Kamu harus memakannya memakai siraman saus karamel [dibuat dari kelapa dan gula aren]. Kombinasi cita rasanya sudah pasti enak ditambah lagi tekstur kenyal dan legit.

  • Ansom Crouk [Kamboja]

Makanan asli Kamboja lainnya ialah Ansom Crouk. Makanan ini adalah olahan buah pisang dan dimasak bersama nasi lalu dibungkus memakai daun pisang seperti lemper sebelum dikukus sampai matang.

  • Khao Tom Mad [Thailand]

Masakan ASEAN yang dibungkus daun pisang terakhir adalah Khao Tom Mad.  Thailand juga memiliki kuliner khas yang dibungkus memakai daun pisang. Kuliner ini berbahan dasar ketan yang dicampur kacang hitam dan isian pisang. Khao Tom Mad nyaris serupa cara pembuatannya seperti lepet.